Jumat, 10 Agustus 2012

Misteri Kampung Naga


Di beberapa wilayah di Indonesia, ada beberapa tempat yang konon angker. Dan salah satunya adalah Kampung Naga yang berada di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, provinsi Jawa Barat, Indonesia.Kampung Naga adalah perkampungan yang dihuni oleh sekolompok masyarakat yang berpegang teguh mengenai adat istiadat peninggalan leluhurnya.

  
Hal ini bisa terlihat jelas perbedaannya bila dibandingkan dengan masyarakat lain di luar. Lingkungan masyarakat Kampung Naga ini hidup dalam suatu tatanan yang kondisinya dalam suasana kesahajaan, kesederhanaan dan didalam lingkungan kearifan tradisional yang lekat dan turun temurun dari leluhurnya.

Kampung Naga ini berada di lembah yang subur, dengan batas wilayah, di sebelah Barat Kampung Naga dibatasi oleh hutan keramat dikarenakan di dalam hutan itu terdapat makam leluhur masyarakat Kampung Naga. Menurut data-data yang diperoleh dari Desa Neglasari, relief tanah di Kampung Naga berupa perbukitan dengan produktivitas tanah bisa dikatakan subur.

Kampung Naga ini memiliki luas tanah satu hektar setengah, sebagian besar digunakan untuk perumahan bagi penduduk, pekarangan atau kebun, kolam tambak, dan selebihnya dipergunakan untuk pertanian sawah yang dipanen setiap tahunnya 2 kali panen.
Kepercayaan di kampung naga adalah bahwa segala sesuatunya yang bukan dari ajaran para leluhur dianggap sesuatu yang tabu. Dengan menjalankan adat istiadat warisan dari para leluhur itu berarti menghormati para leluhur. Kepercayaan seperti ini apabila dilanggar oleh penduduk kampunga naga diyakini akan menimbulkan malapetaka dimana pelanggaran yang dilakukan sama artinya dengan penduduk tidak menghormati karuhun, tidak menghormati adat istiadat.

Penduduk kampong Naga sangat kental dengan kepercayaan pada mahluk halus (jurig cai), yakni penunggu air atau sungai, khususnya sungai yang dalam. Lalu percaya dengan adanya ririwa, mahluk halus yang suka menganggu manusia. Kemudian ada yang disebut kuntil anak, hantu perempuan yang berasal dari perempuan hamil yang meninggal dunia, hantu ini biasanya suka mengganggu wanita yang sedang hamil atau akan melahirkan.

Penduduk kampung Naga percaya tempat tinggal para hantu disebut dengan tempat angker atau sanget, dan masjid adalah tempat yang dianggap suci bagi penduduk kampung naga.

Adanya pantangan,pamali atau hal-hal yang dianggap tabu bagi masyarakat kampung naga masih dipercaya dan diyakini dengan taat, terutama dalam hal yang menyangkut kehidupan atau aktivitas kehidupan sehari-hari yang walaupun bukan merupakan ketentuan yang tertulis tetap mereka junjung tinggi dan dipatuhi oleh setiap orang di kampong naga tersebut.

Contohnya adalah tata cara dalam membangun dan membebtuk rumah, letaknya, arah dari rumah tersebut, pakaian yang digunakan dalam upacara, kesenian yang ada di masyarakat kampong naga, dan masih banyak hal lainnya.

Berikut adalah system kepercayaan penduduk kampung naga terhadap ruang diwujudkan pada kepercayaan bahwa ruang atau tempat-tempat yang memiliki batas-batas tertentu dikuasai oleh suatu kekuatan tertentu pula. Batas disini bisa ditemukan di kategori yang berbeda yakni, di sungai, pekarangan rumah bagian depan dengan jalan, pesawahan dengan selokan, tempat air masuk yang sering disebut dengan huluwotan, tempat lereng bukit, adalah tempat-tempat yang didiami oleh kekuatan-kekuatan tertentu.

Daerah yang memiliki batas-batas tertentu tersebut yang didiami mahluk halus tersebut dianggap angker, oleh sebab itu penduduk kampong naga suka menyimpan “sasajen” atau lebih dikenal dengan sesaji.

Selain terhadap ruang, mayarakat kampong jawa memiliki kepercayaan terhadap waktu atau disebut dengan palintangan. Adanya waktu atau bulan yang dianggap buruk, merupakan suatu pantangan atau hal yang tabu untuk melaksanakan suatu rangkaian upacara atau ritual, atau pekerjaan-pekerjaan yang amat penting.

Waktu yang dianggap tabu disni disebut dengan larangan bulan, yang jatuhnya pada bulan sapar dan bulan ramadhan.

Kamis, 09 Agustus 2012

Tembok Cina Runtuh


Siapa sih ya yang gak kenal Tembok Cina yang terkenal di Cina? Namun baru-baru ini bangunan bersejarah yang sudah berusia berabad-abad itu mengalami kerusakan yang disebabkan karena pembangungan jalan kota di depan tembok Cina di Cina bagian utara.

Adapun sebagian (kecil) Tembok Cina runtuh dimana berton-ton batu bata dan puing-puing dari sebagian (kecil) Tembok Cina yang panjang itu runtuh pada pagi hari melewati Zhangjiakou, provinsi Hebei karena galian yang dilakukan para pekerja bangunan.

Para penduduk setempat mengatakan Tembok Cina runtuh setelah berminggu-minggu turun hujan deras serta dipadukan dengan pekerjaan pembangunan jalan utama di depan fondasi-fondasi tembok Cina.

"Ada sebuah investigasi terkait runtuhnya tembok itu. Banyak hal yang mungkin telah menjadi penyebab runtuhnya, termasuk pekerjaan pembangunan itu," ujar seorang pejabat kota.

"Tapi kami memiliki sebuah rencana membangun kembali dan konservasi dan itu tengah berlangsung," ujar pihak pejabat kota.

Adapun bagian Tembok Cina runtuh yang  ada di Zhangjiakou  itu pernah dibangun ulang lebih dari 500 tahun lalu di 1484 selama Dinasti Ming. 

"Tembok itu terus menerus dibangun ulang dan diperbaiki ulang sepanjang sejarah.

Seperti proyek pembangunan lainnya, beberapa hasil bertahan lebih lama dari yang lain," ujar salah seorang ahli.

Sumber

Rabu, 08 Agustus 2012

Penyelenggaraan Sembako Murah Tasikmalaya


TASIK – Warga delapan kelurahan di Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya antusias mendatangi Operasi Pasar Murah sembako yang digelar Forum BUMN kemarin (7/8). Mereka bergiliran datang dan membeli sembako senilai Rp 100 ribu dengan harga hanya Rp 30.000.
“Penyelenggaraan pasar murah sesuai dengan instruksi Presiden kepada Menteri BUMN (Dahlan Iskan). Dan khusus untuk Kota dan Kabupaten (Tasikmalaya) panitianya Telkom kerja sama dengan Bulog, BNI dan BUMN lain yang ada di Forum BUMN,” ujar Manager CS Telkom Area Tasikmalaya Wahyudin di sela-sela acara operasi pasar murah di kantor Kecamatan Tamansari, Selasa (7/8).
Di hari yang sama, operasi serupa juga dilaksanakan di Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Jumlah sembako murah yang dijual di Tamansari berjumlah 2.000 paket.
Sebanyak 20 ton beras, 10 ton gula pasir dan 10 ton minyak goreng dikeluarkan Forum BUMN di Kota Tasikmalaya untuk penyelenggaraan Operasi Pasar Murah tersebut. “Beras yang dipakai di operasi BUMN Peduli ini adalah beras super, bukan raskin. Ini beras Bulog yang sering digunakan untuk intervensi pasar,” ujar Kepala Bulog Sub Drive Ciamis Ali Ardi.
Menurut Wahyudin, pemilihan Tamansari dan Bungursari karena berdasarkan data dari Dinas KUMKM, Perindustrian dan Perdagangan dan Kodim 0612 Tasikmalaya, Tamansari dinilai sebagai kecamatan dengan tingkat kemiskinan yang masih tinggi dan Bungursari memiliki tingkat kemiskinan rendah, namun secara teritorial sulit dijangkau karena jaraknya yang lumayan jauh dari pusat perkotaan.
“Penyelenggara lapangan itu Pak Camat. Target kita adalah masyarakat tidak mampu tapi yang masih mampu beli,” ujarnya menerangkan tujuan digelarnya Pasar Murah itu.
Camat Tamansari Rahman SSos mengungkapkan dari delapan kelurahan, beberapa diantaranya memang masih berpredikat sebagai kelurahan dengan angka kemiskinan yang cukup tinggi. Karena itu jatah sembako murah untuk Kelurahan Setiawargi, Tamansari dan Setiamulya berbeda dari kelurahan lain.
“Tiap kelurahan ada yang dua ratus  sampai dua ratus lima puluh. Tidak disamakan karena ada beberapa kelurahan yang angka kemiskinannya lebih besar. Saya sangat bersyukur Tamansari jadi lokasi Pasar Murah BUMN,” ujarnya.
Sejumlah warga menyatakan senang karena mereka mendapatkan sembako dengan harga lebih murah dengan kualitas baik. “Alhamdulillah, di sini lebih murah. Kebetulan suami saya sudah jompo tidak kerja,”  ujar Iwah (52).
Warga lainnya, Wahidin (55) juga mengungkapkan hal serupa. Menurutnya, harga sembako yang dijual di kantor kecamatan sangat membantu. Biasanya, kata dia, uang Rp 30.000 hanya cukup untuk tiga sampai empat kilo beras. Namun kali ini dia bisa mendapatkan satu karung beras dengan kualitas super. ”Lumayan ini murah. Jadi tidak perlu ke pasar,” katanya.
Pimpinan BNI Syariah Cabang Tasikmalaya Imam Hanafi mengungkapkan melalui program tersebut BUMN ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mendapatkan sembako murah. Dia juga bersyukur operasi pasar berjalan dengan lancar karena mekanisme yang diterapkan pihak kecamatan sangat terorganisir sehingga pelayanan menjadi lebih maksimal. ”BUMN Peduli ini bagus sekali. Sistemnya bagus sekali. Masyarakat sangat terorganisir,” katanya.
Pimpinan Cabang Bank Mandiri  Yusran Very menambahkan BUMN adalah perusahaan milik negara yang juga milik masyarakat. Melalui Pasar Murah diharapkan masyarakat ikut menikmati hasil keuntungan dari BUMN. Bagaimanapun, kata dia, masyarakat telah turut membantu dalam berkembangnya sebuah perusahaan BUMN. ”Artinya yang dulu masyarakat membantu BUMN, sekarang giliran BUMN membantu masyarakat,” singkatnya.
Kepala Kantor Pos Tasikmalaya Joko Sudarmawan SE menyatakan Operasi Pasar Murah di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya berbeda dengan kota lain. Di kota lain, kata dia, Operasi Pasar Murah dilakukan oleh masing-masing BUMN. Namun di Kota Tasikmalaya, karena ada Forum BUMN, pelaksanannya dikerjakan secara bersama-sama sehingga bisa lebih cepat dan beban ditanggung bersama.
”Karena kami bagian dari BUMN. Tidak semua kota seperti ini. Di kota lain itu masing-masing. Tapi kita di sini punya Forum (BUMN) kita bersama-sama,” jelasnya.
Perusahaan yang masuk dalam forum BUMN diantaranya, Telkom, Pertamina, Bulog, BRI, BNI, BTN, Bank Mandiri, Dahana, Pegadaian, Kantor Pos, Jasindo, Perhutani, PT KAI dan Asuransi Jiwasraya.
Dalam Operasi Pasar Murah di Tamansari tampak hadir sejumlah pimpinan BUMN di Tasikmalaya, diantaranya, Kepala Kantor Pos Tasikmalaya Joko Sudarmawan SE, pimpinan BNI Syariah Cabang Tasikmalaya Iman Hanafi, Branch Manager PT Asuransi Jasindo Donald Syaiful dan Kepala Bulog Sub Drive Ciamis Ali Ardi. Selain itu hadir juga Wali Kota Tasikmalaya Drs H Syarif Hidayat MSi. (pee)

Sumber

Selasa, 07 Agustus 2012

Wali Murid Bisa Pantau Kehadiran Siswa


 TASIK - Untuk lebih meningkatkan mutu pendidikan, SMPN 11 Kota Tasikmalaya terus berinovasi positif. Antara lain dengan menambah sarana penunjang pembelajaran berupa absensi elektronik yang dilaunching kemarin (6/8).

Kepala SMPN 11 Kota Tasikmalaya, Drs H Dadang Abdul Patah MM menjelaskan, pengadaan fasilitas itu untuk meningkatkan disiplin melalui absensi kehadiran para siswa dan guru. Selain itu untuk memudahkan pihak sekolah mengelola berbagai data pendidikan khususnya kegiatan belajar mengajar.

Peralatan tersebut, lanjut Dadang, memudahkan dalam menyampaikan informasi kepada wali murid. Pasalnya alat tersebut mampu mengirimkan informasi langsung kepada wali murid dengan sistem SMS Gateway. “Selain itu dengan adanya alat ini sebagai bentuk tanggung jawab kepada orang tua siswa atau wali murid untuk menyampaikan data kehadiran, nilai siswa dan data siswa secara keseluruhan termasuk prestasi siswa baik akademik maupun non akademik yang disampaikan secara berkala kepada orang tua siswa langsung kepada handphone-nya. Cara kerjanya nanti kami akan meminta nomor telepon untuk bisa menerima sms tersebut,” ujar Dadang.

Peralatan absensi elektronik tersebut, sambung Dadang, sebanyak empat buah. Penggunaannya dilakukan sebelum belajar mengajar dan berakhirnya jam kegiatan belajar mengajar. “Dilakukannya (pengabsenan elektronik, red) tiap hari yaitu sebelum pukul 07.00 dan diakhir KBM pada pukul 14.00 WIB. Alat ini kan menggunakan sidik jari jadi tidak akan bisa dipalsukan. Selain itu alat ini mulai diberlakukan minggu ini dengan menyosialisikan dulu. Jumlah alatnya ada empat buah mesin, tiga buah untuk siswa sesuai jenjangnya dan satu buah untuk guru. Sedangkan pengadaan alat ini bersumber dari sumbangan orang tua siswa,” tandasnya.

Dadang berharap terobosan tersebut dapat meningkatkan motivasi siswa dan guru. “Dengan alat ini semuanya akan terdata melalui jaringan komputer. Jadi diharapkan motivasi siswa maupun guru akan meningkat terutama motivasi untuk datang lebih awal, tidak bolos, tidak pulang sebelum jadwal,” harapnya.

Salah satu guru SMPN 11 Kota Tasikmalaya, Hj Afi Endah Navilah MPd, mengapresiasi pengadaan teknologi tersebut. “Ini merupakan terobosan bagus dan sangat postif karena tidak semua sekolah menggunakan alat ini. Selain itu bagi guru sebagai pengenalan teknologi canggih juga. Mudah-mudahan menjadi motivasi bagi guru dan siswa untuk datang dan pulang sesuai jadwal,” ungkapnya.

Deni Riswan Kamil, salah satu siswa SMPN 11 Kota Tasikmalaya dengan adanya teknologi absen itu makin termotivasi untuk belajar. “Saya menyambut baik adanya absensi elektronik. Kami khususnya saya jadi lebih giat belajar,”  tuntasnya. (shendy)

SHENDY BOY TRI DONI/ XPRESI NEWS

Sumber www.radartasikmalaya.com

Minggu, 05 Agustus 2012

Masih Ada Mobil Dinas Diisi BBM Bersubsidi


TASIK – Atang Kustiaman, pengawas SPBU 34-46124 di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Tasikmalaya, tak bisa berbuat banyak saat PNS memaksa mobil dinas berplat Kabupaten Tasikmalaya harus diisi Premium. Padahal, mobil dinas jenis Suzuki APV itu harus menggunakan Pertamax mulai kemarin (1/8).   
”Tetap saja ingin Premium dengan alasan anggaran (BBM) untuk Pertamax belum cair. Jadi masih menggunakan anggaran Premium,” terang dia kemarin kepada Radar menjelaskan tentang PNS yang mengisi bensin di SPBU yang diawasinya.
Jelas dia, pihak SPBU membiarkan pengemudi mobil dinas itu menggunakan Premium dengan syarat menulis identitas kendaraan pada lembaran laporan kejadian khusus implementasi Peraturan Menteri No 12 tahun 2012 yang disediakan SPBU. ”Operator kami (yang melayani konsumen) sudah diberikan kartu pemberitahuan. Pada kartu itu disebutkan hanya tiga yang tidak boleh isi Premium per 1 Agustus 2012, yaitu mobil atau motor plat nomor merah, plat TNI – Polri dan mobil berstiker khusus,” jelas dia.
Dia menerangkan mobil berstiker khusus itu tidak ada aturan jenis mobil baik itu mewah atau mahal atau dari merek. Tetapi mobil yang ditempeli stiker khusus yang bertuliskan “mobil ini tidak menggunakan BBM bersubsidi’. ”Kami juga menempelkan spanduk pemberitahuan,” papar dia.
”Ada juga satu mobil patwal polisi. Awalnya mau ngisi Premium, tapi tidak jadi. Tidak tahu patwal mana,” ungkap dia.
Dia mengatakan data laporan kendaraan mobil dinas yang akan mengisi Premium ke SPBU ini, selanjutnya akan dikirimkan ke SR Pertamina. ”Untuk melaksanakan aturan tidak 100 persen lancar. Mungkin 70 persen. Karena di lapangan banyak kejadian,” ujar dia.
Di Ciamis juga sama. Ada mobil plat merah yang menggunakan Premium. Yadi Nugroho, operator SPBU di Imbanagara, Ciamis mengatakan ada delapan mobil plat merah yang mengisi Premium.
“Semuanya (delapan) mengisi Premium, bukan Pertamax,” tuturnya kemarin.

Dia mengaku bingung, pasalnya berdasarkan peraturan dari Pertamina untuk operator harus lebih diutamakan itu pelayanan kepada konsumen. “Kalau kita menegur atau melarang pembeli, supaya beli Pertamax, ditakutkan tersinggung,” ujarnya.

Dia berharap kalau memang untuk membeli Premium bagi kendaraan dinas, seharusnya, di setiap SPBU ada petugas kepolisian atau TNI. “Kalau oleh anggota itu lebih aman. Kalau kita sebagai pegawai, serba salah,” tuturnya.
Andri (36), salah satu operator SPBU di Jalan Iwa Kusuma Somantri, Ciamis pun menuturkan masih ada mobil berplat merah mengisi Premium. meski begitu, dirinya tidak berani melarangnya. “Satu hari ini (kemarin) ada sekitar enam mobil yang mengisi ke sini. Semuanya kendraaan dinas,” tuturnya. Meski ada yang mengisi Premium, kata Andri, yang mengisi Pertamax juga ada. Hanya jumlahnya sedikit dibandingkan yang mengisi Premium. 

Kabag Humas Setda Kabupaten Ciamis Drs Uga Yugaswara mengaku sudah menyosialisasikan penggunaan Pertamax bagi mobil dinas, mulai camat sampai kepala dinas. “Kalau sekarang masih ada informasi ada mobil plat merah isi Premium, seharusnya dilarang oleh operator. Jangan diberi, karena sudah diintruksikan untuk membeli Pertamax,” tuturnya.

Meski begitu, Uga, bisa memaklumi pembeli Premium itu, karena kemarin merupakan hari pertama pengalihan BBM dari Premium ke Pertamax sehingga mereka belum terbiasa. “Tapi akan diintruksikan terus supaya tidak ada lagi (mobil dinas menggunakan Premium, red) ,” ungkapnya.

Selain melakukan intruksi kepada SKPD pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Hiswana Migas atau pengusaha SPBU untuk sama-sama mengantisipasi adanya PNS yang nakal, yang masih membeli Premium untuk mobil dinas. ”Kami akan pantau terus,” tuturnya.   

TIDAK SEPAKAT

Sementara itu Bupati Tasikmalaya H Uu Ruzhanul Ulum mengatakan walaupun aturan menggunakan BBM non subsidi per satu Agustus bagi mobil dinas sudah ditetapkan, dia sebenarnya masih keberatan. Karena akan ada pembengkakan anggaran untuk operasional kendaraan dinas. ”Tapi sebagai pemerintah daerah tetap akan mengikuti peraturan pemerintah pusat,” ujar Uu kemarin.

Uu mengaku untuk surat edaran resmi pemberitahuan penggunaan BBM non subsidi bagi kendaraan dinas belum disebar ke masing-masing pemegang kendaraan dinas. Hingga kemarin surat edaran tersebut masih dibuat. Setelah itu tinggal menunggu penandatanganan olehnya. ”Kami sudah mengantisipasi hal ini. Kalau anggaran baru dicanangkan dalam plafon anggaran,” ujar dia.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Tasikmalaya H M Yusup mengatakan anggaran yang dicanangkan pada plafon anggaran untuk operasional kendaraan dinas sebesar Rp 9 miliar untuk BBM Pertamax. Pencanangan anggaran ini meningkat dari anggaran operasional mobil dinas sebelumnya yang masih menggunakan Premium. Sebelumnya anggaran operasional mobil dinas sebesar Rp 4 miliar. ”(Anggaran untuk) Premium lebih kurang Rp 4 miliar, ke Pertamx Rp 9 miliar ditambah pajak kendaraan bermotor kurang lebih Rp 750 juta,” jelas dia. (snd/yna)

Jumat, 03 Agustus 2012

15 Titik Rawan Macet di Jawa Barat


PURWAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Daerah Jawa Barat memetakan titik rawan macet di jalur-jalur mudik utama tahun 2012.

Inilah 15 lokasi di jalur utama pantai utara, jalur tengah, dan selatan yang dinilai rawan.

Pertama, Kawasan Cikopo-Simpang Jomin. Selain penyempitan jalan di ruas Cikopo-Mutiara-Simpang Jomin, ruas penghubung Tol Jakarta-Cikampek dan jalur pantai utara di daerah ini menjadi titik pertemuan arus kendaraan dari tol dan jalur utara Jakarta-Bekasi-Karawang. Kawasan ini juga menjadi titik krusial pengaturan arus kendaraan dari Jakarta menuju ke timur, baik melalui jalur utara, tengah, maupun selatan.

Kedua, Jembatan Gamon di perbatasan Kabupaten Karawang dan Subang. Titik ini menjadi lokasi pertemuan arus dari jalur utama pantai utara dengan kendaraan dari jalur alternatif Lamaran-Telagasari-Lemahabang-Cikalongsari.

Ketiga, pasar dan pusat perbelanjaan di jalur utara Eretan dan Patrol, Kabupaten Indramayu. Aktivitas pasar dan penyeberang jalan kerap menghambat arus hingga memicu penumpukan kendaraan. Aparat terkait menyatakan akan memagari pasar dan menerapkan sistem penyeberangan yang lebih efektif untuk menghindari kemacetan.

Keempat hingga ketujuh adalah empat titik rawan macet lain di ruas Lohbener-Tegalkarang di Kabupaten Indramayu. Kerawanan di ruas ini antara lain akibat adanya pertemuan arus, penyeberang jalan, serta aktivitas pasar seperti di Tegalgubug dan aktivitas pengisian bahan bakar saat arus balik.

Kedelapan, kepadatan kendaraan di sekitar gerbang tol Pejagan akibat pertemuan arus dan penyempitan jalan.

Kesembilan, persimpangan di Sadang, Kabupaten Purwakarta. Aktivitas di pusat perbelanjaan, titik pertemuan arus, serta penyempitan jalan menjadi pemicu utama kemacetan di daerah ini. Terlebih ketika volume kendaraan melonjak menjelang hari raya Idul Fitri.

Kesepuluh dan Kesebelas adalah dua titik rawan di jalur tengah, yakni di Kalijati di Kabupaten Subang, serta di Cijelag, Kabupaten Sumedang. Kedua lokasi rawan macet karena menjadi titik pertemuan arus.

Keduabelas  hingga kelimabeas adalah empat titik lain berada di jalur selatan Jabar, yakni di sekitar pabrik Kahatex, Nagreg, Limbangan, dan Gentong.

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno, seusai meninjau jalur-jalur mudik di Jabar, Jumat (3/8/2012) sore, mengatakan, titik-titik rawan kemacetan akan menjadi fokus pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan balik tahun ini. Dengan mengerahkan kekuatan personel dan peralatan penuh serta sejumlah skenario pengalihan arus, pihaknya berharap kemacetan bisa teratasi.

Kamis, 02 Agustus 2012

H-4 Lebaran, Truk Dilarang Melintas Pantura


SEMARANG, KOMPAS.com — Truk berat, truk tronton, dan truk gandeng nonmuatan bahan pokok mulai empat hari sebelum Lebaran 2012 dilarang melintas di jalur pantura dan jalur jalan Provinsi Jawa Tengah.

Larangan itu dikeluarkan untuk mendukung kelancaran arus mudik dan tidak menambah padat arus lalu lintas. "Namun, untuk truk pengangkut bahan pokok dan truk BBM (bahan bakar minyak) masih diperbolehkan melintas," kata Sekretaris Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Jawa Tengah Ananta Aji, Kamis (2/8/2012) di Semarang.

Ananta Aji menjelaskan, larangan melintas bagi truk angkutan berat dan truk besar itu telah sesuai dengan ketentuan setiap kali menjelang Lebaran.

Truk-truk yang telanjur melintas di jalan akan diminta segera menuju kota tujuan dan tidak boleh ngetem di hampir semua titik jalan di Jateng.

Dalam prediksi Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika Jateng, arus kendaraan pemudik tahun 2012 diperkirakan meningkat 5 persen-10 persen.

Berdasarkan data tahun 2011, jumlah pemudik berkendaraan roda dua mencapai 1,9 juta dan pemudik berkendaraan mobil sebanyak 1,2 juta orang. Adapun jumlah pemudik tahun 2012 diperkirakan naik menjadi 3,7 juta orang.