Rabu, 26 September 2012

Perang Iran vs AS-Israel Diprediksi Pecah 2013


Telah terkonfirmasi hasil sebuah simulasi perang Amerika Serikat dan Iran yang dilakukan oleh Brookings Institution’s Saban Center for Middle East Policy, dan menyebutkan bahwa harga minyak mentah akan mencapai 200 dolar per barel.

David Ignatius, penulis kolom Opini di Washington Post menyatakan bahwa simulasi itu diikuti oleh Kenneth Pollack, seorang anggota senior Brookings dan sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat.

Secara singkat, Ignatius menyimpulkan hasil simulasi itu dan menjelaskan bahwa masing-masing pihak (Amerika dan Iran) dengan sangat mudah salah menguraikan sinyal yang dikirim kedua pihak.

Salah penafsiran itu menjadi basis dari simulasi.  Masing-masing pihak memilih opsi terbatas, namun aksi mereka diinterpretasikan sebagai pelanggaran terhadap garis merah.

Pertempuran akan lebih dahsyat dari yang diprediksikan karena sinyal-sinyal dari kedua belah pihak tidak diserap dengan benar. Selain itu, keduanya akan saling mengabaikan upaya untuk membuka jalur komunikasi, dan masing-masing saling berusaha menunjukkan superioritas.

Dalam simulasi disebutkan, konflik kedua pihak akan terjadi pada bulan Juli 2013, Barack Obama terpilih kembali menjadi Presiden AS, perundingan antara Kelompok 5+1 dan Iran membentur jalan buntu.

Akhirnya Israel melancarkan serangan sepihak ke Iran. Di sisi lain, teror terhadap para ilmuwan nuklir Iran terus berlanjut.

Amerika Serikat, Inggris, dan Israel juga menggulirkan perang cyber baru untuk melumpuhkan program nuklir Iran.

Akibat perang, harga minyak akan mencapai 200 dolar per barel.

Amerika Serikat akan dihadapkan pada dua opsi, pertama membuka Selat Hormuz dengan kekuatan militer dan menentukan ultimatum kepada Iran, opsi kedua adalah serangan ke instalasi nuklir Iran bersamaan dengan pembukaan Selat Hormuz.@mz/tgm/wsh

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar